Mengoptimalkan nilai perusahaan

Tag    : Corporate Finance

Oleh  : Hendra S Raharjaputra ( Juni 26, 2010 )

Diposkan kembali : 6 Agustus 2011

Perusahaan yang memiliki “ debt ratio “  yaitu rasio total hutang tehadap total aset atau jumlah kekayaan perusahaan, mempunyai pilihan apakah akan megoptimalkan nilai perusahaan atau tetap dalam kondisi status quo ( tidak ada perubahan ). “ Leverage “ yang sering dikenal dalam lingkungan keuangan adalah penggunaan dana pinjaman atau hutang untuk investasi ( leverage also known as gearing or levering, refers to the use of debt to supplement investment ).

Para eksekutif atau pimpinan puncak perusahaan sering merasa tertekan oleh faktor luar , seperti ; para pemegang saham yang tidak sabar dan agen peringkat obligasi yang memiliki kepentingan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan  atau firm value ( Nilai pasar saham biasa  + Nilai pasar hutang  + Nilai pasar saham minoritas  , jika ada  – Nilai pasar perusahaan asosiasi + Nilai saham prioritas  –  Kas dan setara kas ) , dengan cara mendanai proyek baru atau merubah struktur capital pada perusahaan atau proyek yang sudah berjalan. Keduanya tentu dengan pilihan menggunakan dana pinjaman.

Bagi perusahaan memiliki rasio hutang yang besar ( over levered ) atau rasio hutang yang relatif rendah  ( under levered ) harus memutuskan apakah akan melakukannya ( leverage ) secara cepat  atau bertahap. Keuntungan bagi perusahaan yang bergerak cepat adalah mampu mengoptimalkan nilai perusahaan , termasuk biaya modal yang rendah ( cost of capital ) dan nilai yang lebih tinggi ( higher value ), sementara kemungkinan kerugiannya adalah perubahan lingkungan yang cepat mempengaruhi perusahan maupun bisnis secara keseluruhan. Bagi para pimpinan puncak perusahaan harus mampu mengantisipasi perubahan tersebut dengan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut secara cerdas dengan menyusun rencana stratejik jangka panjang atau “long range-strategic planning “ , termasuk rencana aksinya .

Apabila para eksekutif perusahaan keliru dalam menentukan kebijakan “ debt ratio “ , maka akan berpengaruh pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Contoh : Perusahaan memutuskan debt ratio sebesar 40 % , dari debt ratio saat ini 10 %, beberapa bulan kemudian debt ratio perusahaan ternyata menjadi 30 %, dengan kondisi seperti ini, maka perusahaan harus membayar sebagian hutangnya untuk mendapatkan nilai perusahaan yang optimal.

Menambah “ leverage “ secara cepat

Ketika sebuah perusahaan yang memiliki debt ratio yang rendah, tetapi ingin megoptimalkan nilai perusahaan secara cepat , ada beberapa cara ; meminjam uang atau membeli kembali sahamnya ( buying back stocks ); merubah modal sendiri dengan hutang sesuai nilai pasar, atau menjual aset kemudian membeli kembali saham( debt for equity swap ).

Merubah leverage dengan cepat dalam praktek ( real case )

Dalam tahun 1994 sebuah perusahaan Nicholas Research, yang memberikan jasa pelayanan teknis terhadap industri pertahanan memiliki hutang sebesar $ 6,8 juta dan nilai pasar ekuitasnya adalah $ 120 juta. Berdasarkan EBITDA ( Earning Before Interest , Tax and Depreciation ) atau Keuntungan sebelum bunga, pajak dan penyusutan perusahaan sebesar $ 12 juta . Nicholas memiliki optimal deb ratio sebesar 30 %, yang merencanakan menurunkan biaya modal ( cost of capital ) menjadi 12,07% dari 13 %, dan meningkatkan nilai perusahaan menjadi $ 146 juta, dari sebelumnya $ 126,8 juta.

Beberapa alasan Nicholas melakukan leverage dengan cepat , adalah :

–         Nocholas memiliki leverage yang rendah ( deb ratio ), saldo kas dan setara kas yang besar ( $ 25,3 juta ), sehingga mampu melakukan akuisisi

–         17,6% saham dimiliki oleh pemilik dan direktur, jumlah yang sulit melakukan      “ hostile acqusition “ ( hostile acquisition adalah suatu model pengambil alihan korporasi yang dilakukan dengan cara berlawanan atau bertentangan dengan keinginan para dewan direktur dari perusahaan yang menjadi target ), karena perusahaan memiliki 60 % saham secara mayoritas.

–         Nicholas memiliki proyek yang pendapatannya sudah cenderung menurun, anggaran yang semakin menciut. Pada tahun 1994 rasio pendapatan terhadap modal (  return on capital ) hanya 10 %, lebih rendah dari biaya modal ( cost of capital ).

Apabila Nicholas memutuskan untuk menaikan leverage, beberapa cara yang harus dilakukan adalah :

–        Cara 1 : Meminjam uang untuk mencapai 30% dari nilai perusahaan sebesar  $146 juta , dan membeli kembali sahamnya untuk mengoptimalkan nilai perusahaan. Nicholas membutuhkan $37 juta dana pinjaman.

–         Cara 2 : Meminjam $ 37 juta , lalu pinjaman tersebut dibayarkan untuk dividen khusus.

–         Cara 3 : Membeli kembali sahamnya atau membayar dividen dengan uang yang dimiliki $ 25,3 juta, dan menambah hutangnya sebesar 30% dari sisa nilai perusahaan ( 30% dari 120 juta ) . Perusahaan membutuhkan kira-kira pinjaman baru sebesar $29,5 juta untuk membeli kembali sahamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s