Audit dan Uji Tuntas ( Due Diligence )

Oleh       : Hendra S Raharjaputra

Tag         : Investment Analysis

Tanggal : 17  September 2011

 What Does Due Diligence – DD Mean? An investigation or audit of a potential investment. Due diligence serves to confirm all material facts in regards to a sale. Generally, due diligence refers to the care a reasonable person should take before entering into an agreement or a transaction with another party.

Investopedia explains Due Diligence
1. Offers to purchase an asset are usually dependent on the results of due diligence analysis. This includes reviewing all financial records plus anything else deemed material to the sale. Sellers could also perform a due diligence analysis on the buyer. Items that may be considered are the buyer’s ability to purchase, as well as other items that would affect the purchased entity or the seller after the sale has been completed.

2. Due diligence is a way of preventing unnecessary harm to either party involved in a transaction.

UJI TUNTAS ( DUE DILIGENCE )

Apabila diamati inti dari pengertian “ uji tuntas “ adalah melakukan investigasi terhadap data-data atau fakta dari catatan keuangan perusahaan terhadap suatu investasi yang memiliki potensi menguntungkan ( profit )  dan tumbuh ( growth ). Uji tuntas tersebut harus dilakukan oleh kedua belah pihak, baik bagi pembeli saham perusahaan, kerjasama , dukungan keuangan sementara ( bridging finance ), dalam hal ini disebut  investor, maupun penjual ( seller ), sehingga kedua belah pihak tidak dirugikan.  Dalam prakteknya , proses uji tuntas tersebut melibatkan aspek-aspek penting, antara lain ; legalitas perusahaan, line-up management dan laporan keuangan perusahaan. Dalam tulisan ini, hanya akan dibahas secara singkat tentang investigasi laporan keuangan perusahaan.

Proyeksi Laporan Keuangan

LIFE CYCLE – GROWTH – STRATEGIC PLANNING

Langkah-langkah penting :

 1. Analisa data laporan keuangan yang telah diaudit ( usahakan diaudit oleh akuntan public yang handal dan professional ), pada rentang periode tertentu (  katakan tiga tahun terakhir ).

2. Lakukan  proyeksi  kinerja keuangan perusahaan dengan  melihat aspek-aspek penting lainnya, yaitu; daur hidup industrinya ( life cycle ), pertumbuhan ( growth ) , dan langkah-langkah penting dalam perencanaan strategi jangka panjang ( long-range strategic planning ).

3. Buat suatu proforma laporan keuangan secara lengkap, termasuk analisanya.

4. Lakukan keputusan terbaik, dengan analisa investasi yang mendalam, terutama expected cash-flow projection – gunakan pendekatan risk and return . Apabila Arus Kas Bebas terhadap Perusahaan ( Free Cash-Flow to the Firm/FCFF  ) positif, maka investasi tersebut layak dilakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s